No results found

    Ketua DPRD merespon atas Aksi warga Desa Talang Belido Kecamatan Sungai Gelam


    CATATANJAMBI - Ketua DPRD merespon atas Aksi warga Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, menanam pohon pisang di jalan rusak bukan sekadar simbol protes-

    ini adalah sinyal keras atas lambannya penanganan infrastruktur yang dinilai tak kunjung

    menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat.Ruas jalan sepanjang sekitar satu kilometer itu

    kini dipenuhi lubang besar. Saat hujan turun, genangan air menutup lubang dan berubah

    menjadi ancaman serius bagi pengendara. Warga mengaku sudah terlalu lama menunggu.


    Ketua DPRD Muarojambi Aidi Hata menyoroti pada faktor yang diduga memperparah

    kerusakan yaitu aktivitas kendaraan berat milik perusahaan perkebunan kelapa sawit. Ketua

    DPRD, menilai beban jalan tidak sebanding dengan kontribusi pihak swasta terhadap

    perawatan infrastruktur.“Jangan sampai pemerintah membangun, pengusaha merusak, dan

    rakyat yang menanggung akibatnya," tegasnya.DPRD pun bersiap mengambil langkah lebih

    tegas dengan memanggil pelaku usaha sawit di wilayah tersebut. Mereka akan diminta

    bertanggung jawab, termasuk kemungkinan berkontribusi langsung dalam perbaikan jalan yang

    rusak akibat aktivitas operasional mereka.Tak berhenti di situ, DPRD juga mengendus persoalan

    yang lebih serius: dugaan keberadaan kebun sawit skala besar tanpa izin usaha yang

    jelas.Beberapa lahan disebut hanya berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM), meski luasnya

    mencapai lebih dari 100 hektar-angka yang seharusnya masuk kategori usaha besar dengan

    kewajiban perizinan ketat. “Ini tidak masuk akal. Skala besar tapi tanpa izin usaha? Ini akan kami

    telusuri," ujar Aidi.Di lapangan, dampaknya sudah nyata. Pengendara seperti Muhammad harus

    ekstra waspada setiap melintas, terutama saat hujan. “Lubangnya tidak kelihatan, bisa jatuh

    kalau tidak hati-hati," katanya.Sebelumnya warga Desa Talang Belido, Muarojambi melakukan

    unjuk rasa dengan kerusakan jalan mereka yang terjadi sejak lama. Warga menanam pohon

    pisang sebagai bentuk protes warga.


    Pemkab Muarojambi saat inn telah berupaya melakukan perbaikan jalan dengan skema

    prioritas bertahap, mengingat luasnya cakupan wilayah-150 desa dan 5 kelurahan. "Silakan

    sampaikan aspirasi, tapi tetap mengikuti jadwal," ujar Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu

    Suseno. Pernyataan ini dinilai sebagian warga sebagai bentuk normatif tanpa solusi konkret 

    Previous Next

    نموذج الاتصال